m88 help link alternatif Rusia rancang resolusi DK PBB demi dorong gencatan senjata di Timteng
时间:2026-04-02 22:53:22 出处:politik阅读(143)
Markas PBB (ANTARA) - Di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah,m88 help link alternatif Rusia dilaporkan telah menyusun sebuah rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk mendorong gencatan senjata di kawasan tersebut.
Naskah rancangan resolusi tersebut memuat kecaman serangan terhadap rakyat sipil serta seruan agar semua pihak berkonflik kembali ke meja perundingan, menurut sumber kepada RIA Novosti, yang juga memperlihatkan dokumen dimaksud, Senin.
DK PBB "menyerukan kepada semua pihak untuk segera menghentikan aktivitas militernya dan menahan dari dari eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah," menurut naskah rancangan resolusi.
Rancangan tersebut mengakui "pentingnya memastikan keamanan semua negara di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya" serta menyerukan "semua pihak terkait untuk kembali ke perundingan tanpa penundaan apapun dan untuk memanfaatkan semua langkah politik atau diplomatis".
Usulan resolusi DK PBB dari Rusia tersebut juga mengungkapkan belasungkawa terhadap korban konflik serta menegaskan kembali dilarangnya penggunaan kekerasan yang dapat memengaruhi keutuhan suatu negara.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
上一篇: Akhiri perjuangan di AFF Futsal 2026, Indonesia huni peringkat empat
下一篇: Tanggapi isu teknis lapangan, Persija komitmen jaga profesionalisme
猜你喜欢
- Iran klaim gelombang serangan ke
- PSSI khawatir penerbangan pemain diaspora jelang FIFA Series
- PWI kecam dugaan intimidasi wartawan pada laga Malut lawan PSM
- PSSI khawatir penerbangan pemain diaspora jelang FIFA Series
- Jordy Wehrmann ingin Madura United segera putus tren negatif
- SIWO PWI Pusat kecam intimidasi ofisial Malut United terhadap wartawan
- Timnas Indonesia di Grup B Kejuaraan ASEAN Futsal 2026
- PSSI khawatir penerbangan pemain diaspora jelang FIFA Series
- Persija tertahan di JIS, Mauricio sesalkan kurangnya kontrol permainan